Tampilkan postingan dengan label Biografi Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Tokoh. Tampilkan semua postingan
Biografi Adam Osborne 0 komentar
Adam Osborne adalah salah seorang pemegang peranan
penting dan berpengaruh dalam sejarah awal PC. Adam Osborne dilahirkan
di Thailand pada tahun 1939, dan menghabiskan masa kanak-kanaknya di
Tamil Nadu, India selatan, bersama kedua orang tuanya yang berkebangsaan
Inggris. Osborne pindah ke Inggris pada usianya yang ke 11, dan pada
tahun 1961 lulus dari universitas Birmingham sebagai sarjana muda di
bidang teknik kimia. Setelah pindah ke Amerika, dia menyelesaikan
pendidikannya di universitas Delaware sebagai Ph.D di bidang teknik
kimia, dan cepat mendapatkan pekerjaan di Shell Oil. Seperti halnya
kebanyakan orang yang berpikiran kreatif,
Sekilas Tentang Pendiri Mindtalk, Danny Oei 0 komentar
“Saya hanya belajar branding dari internet,” kata Danny yang lulusan fine art dari Kendall College, Michigan. Ia mengatakan, jika ada buku yang mengubah hidupnya, maka buku tersebut berjudul “HTML 1.0 for Dummy” yang dibacanya lebih dari sepuluh tahun lalu. Kepada Inspirasi, Danny memaparkan apa yang coba diraihnya melalui Mindtalk.
1. Kita melihat betapa besarnya Facebook dan Twitter di Indonesia sementara Google+ sendiri tidak secemerlang yang diharapkan. Dengan kondisi ini, gagasan apa yang anda usung dengan mendirikan Mindtalk?
Mindtalk mengusung konsep interest graph. Kami memberikan medium dimana publik bisa bersosialisasi dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama. Tentunya setiap produk yang dibuat perlu memiliki diferensiasi yang kuat. Yang saya lakukan adalah saya ambil semua kelebihan-kelebihan dari social media yang ada dan saya tutupi kekurangan mereka dengan feature dari social media yang lain.
2. Apa saja yang menjadi kekuatan Mindtalk?
Saya terinspirasi membuat Mindtalk dari Blackberry group. Menciptakan percakapan di BB group sangat mudah, namun pesertanya hanya terbatas 30 orang saja. Sementara itu, untuk membuat mailing list juga sangat mudah, tapi kekurangannya, mailing list hanya bisa via email dan kesannya membosankan dan terbatas.
3. Kelihatannya, anda ingin menciptakan platform social media yang bisa dibuat dengan cepat ya?
Betul. Tapi selain itu, kami juga ingin menjadi versi terkini dari social mediatermasuk forum. Yang paling unggul dari forum adalah percakapannya searchabledan tidak akan hilang. Namun forum tidak bisa mention user seperti pada Twitter dan Facebook, jadi kita adopsilah feature ini untuk Mindtalk.
4. Jadi menurut anda masa depan social media akan dimenangkan oleh interest graph, dibandingkan social graph?
Social media akan kembali kepada interest graph, karena publik akan jenuh dengan “who I know” seperti pada Facebook dan Twitter. Saat ini sudah lahir Path, Pinterest, Google+ dan juga Mindtalk. Di Mindtalk, kami menyedikan medium bagi publik untuk membuat komunitas-komunitas sendiri berdasarkan interest mereka.
5. Sebenarnya model bisnis Mindtalk sendiri seperti apa? Apa ide anda untuk me-monetize Mindtalk?
Saat ini Mindtalk bahkan masih dalam beta version dengan user 120.000 orang. Dalam waktu dua tahun ke depan, kami menargetkan untuk mencapai 1 juta user. Namun, ketika ekosistemnya sudah berjalan, kita bisa menjual virtual item ataucorporate sponsorship. Bisa juga user kita encourage untuk membuat channel, dan jika channel-nya penuh pengunjung, kita bisa pasangkan micro-ads. Jika adstersebut diklik, user akan mendapatkan uang. Inilah ide yang saya adopsi dari blog.
6. Dalam waktu lima tahun ke depan, dimana anda membayangkan Mindtalk berada?
Kami baru meluncurkan versi beta-nya sejak September 2011 lalu, jadi memang belum ada peluncuran secara resmi. Saya pikir prospek Mindtalk akan sangat cerah karena sudah ada beberapa pihak yang bekerja sama dengan kami seperti dengan Nokia Lumia 610, Microsoft Windows 8 dan Google Chrome Apps.
7. Apakah sudah dipersiapkan langkah-langkah untuk membawa Mindtalk mendunia?
Tentu saja. Saat ini kami sedang memperkuat basis di Indonesia, tapi kalau sudah siap kami akan menggebrak Asia. Jadi nanti akan ada mindtalk.co.sg, mindtalk.co.th, mindtalk.co.vn, atau mindtalk.co.my.
8. Anda pasti mengamati bahwa social media selalu mengalami evolusi dalam perjalanannya. Namun, sebenarnya apa yang diharapkan orang-orang dari social media?
Saya rasa publik mengharapkan a good function. Umumnya mereka senang chatdengan banyak orang dan pada waktu yang bersamaan juga bisa membuat grup tersendiri. Grup ini bisa diakses melalui semua device. Mereka juga ingin bisa mem-filter content yang mereka terima, atau menjadi creator selain hanya sebagai penikmat content.
9. Anda juga dikenal sebagai seorang pakar branding, dan pernah menangani Kaskus. Kini anda fokus di Mindtalk. Bagaimana anda melihat sebuah ciri khas kreatif sebagai bagian dari identitas seseorang?
Saya pikir memang penting seseorang harus memiliki ciri khas kreatif, karena awalnya orang berfokus pada siapa yang mereka kenal. Keadaan saat ini berubah menjadi bagaimana orang lain mengenal apa kelebihan anda? Orang-orang perlu tahu dimana keunggulan anda dan harus ada ciri khas berupa kualitas dalam menyelesaikan pekerjaan. Ini berlaku dari satu hal ke hal yang lainnya.
10. Maksudnya?
Saya pikir kita harus bisa memilih ide mana yang perlu kita eksplorasi lebih jauh ditengah banyaknya ide yang kita miliki. Perhatikan juga anggota tim kita, karena semua orang bisa menjadi bagus ketika sekelilingnya bagus. Lalu buat saya sendiri, penting untuk mempertahankan rasa penasaran, semacam situasi dimana kita terus bertanya-tanya mengenai hal yang menarik perhatian kita.
11. Ketika kita merasa penasaran, maka kita akan lebih termotivasi untuk belajar?
Betul. Yang lucu, dulu saya hanya belajar secara online mengenai branding, tapi kemudian orang-orang mengenal saya sebagai pakar branding. Demikian juga halnya dengan programming, saya hanya belajar dari sebuah buku yaitu “HTML 1.0 for Dummy”. Saya berprinsip untuk tidak akan berhenti mempelajari sesuatu sampai saya menguasainya.
12. Anda juga pernah bekerja di Adobe System Inc. Bagaimana anda bisa keep-updan menyelesaikan pekerjaan dengan baik?
Saya rasa jika ada yang namanya anugerah, maka saya bersyukur bisa menjadi seseorang dengan keahlian untuk mempelajari sesuatu dengan mudah. Waktu itu (di Adobe) saya diberikan semua software, dan saya diharuskan mempelajarinya sendiri. Bagi saya asalkan kita bisa membaca, dan lalu memahaminya, semua akan menjadi sederhana, dan kita akan bisa menguasai banyak bidang sekaligus.
13. Apa anda melihat diri anda seseorang yang multitasking?
Mungkin itu kesan dari orang lain yang melihat saya. Tapi, buat saya kuncinya hanya fokus sampai kita menguasai satu bidang. Ada waktu dan proses yang harus dipenuhi untuk bisa mempelajari sesuatu sampai maksimal. Ketika sedang tertarikbranding, saya akan fokus pada branding, pikiran dan ocehan saya akan selalu tentang branding. Jadi saya tidak melakukan semuanya sekaligus dalam satu waktu. Sambil terus memelihara rasa penasaran.
14. Jadi bukan ide yang buruk untuk tetap memelihara rasa penasaran?
Curious saja tidak cukup, tetapi harus ada hardwork tentunya. Banyak cara bisa dilakukan misalnya dengan membaca buku. Tapi memiliki rasa penasaran itu adalah persoalan individual. Mungkin perlu dicari alasan luhur agar kita termotivasi melakukan sesuatu, misalnya untuk meninggalkan legacy. Jadi kita memiliki visi khusus.
15. Tapi anda sendiri memiliki gelar di bidang Fine Art. Bagaimana ilmu yang anda pelajari secara formal ini memberi perbedaan dalam kualitas pekerjaan anda?
Yang pertama, saya menjadi sangat memperhatikan detail. Saya memahami bagaimana cara menyampaikan pesan di dalam suatu medium yang tidak bisa bicara, tidak ada tulisan, hanya gambar dan ini harus menjual. Ketika kuliah saya dididik untuk menemukan spirit renaissance atau menjadi traditional artist. Saya belajar melukis, memahat, seni komposisi, pewarnaan, mematung, fotografi, dan semua cabang seni rupa. Saya tahu cara melukis, saya tahu bagaimana bedanya melukis dengan cat minyak, atau bahkan dengan menggunakan teknik airbrush. Dan yang tak kalah penting, saya punya taste.
16. Apa peran taste ini dalam pekerjaan anda?
Sangat penting. Apa kamu mau memakai outfit yang tidak mewakili kepribadianmu? Apa kamu mau berada di sebuah tempat yang tidak mewakili dirimu?
17. Hmmm…
Tepat. Seni adalah apa yang membedakan saya. Orang Indonesia bisa membuat apa saja, tapi apakah itu memiliki citarasa yang bagus? Kuliah seni membuat saya menumbuhkan rasa penasaran secara naluriah karena saya selalu melakukan eksplorasi. Banyak orang di dunia digital yang berlatar belakang formal di bidang komputer, sementara saya dari seni, jadi apapun yang saya sentuh harus lebih pretty.
18. Sebenarnya kapan pertama kalinya anda merasa tertarik dengan teknologi digital ini?
Sekitar tahun 1994-1995. Saat itu saya masih kuliah dan pertama kalinya saya ditugaskan untuk melukis dengan menggunakan komputer. Saya terkagum-kagum karena menggambar menjadi sangat mudah, dan bisa terus di-undo. Ini merupakan sesuatu yang tidak bisa dilakukan di kehidupan nyata.
Biaografi Douglas Engelbart, Penemu Mouse Komputer 0 komentar
Douglas Engelbart lahir pada 30 Januari 1925 di Oregon, Amerika Serikat. Dia adalah penemu dari mouse komputer saat yang digunakan saat ini. Douglas adalah bungsu dari 3 bersaudara anak pasangan Carl Louis Engelbart dan Gladys Charlotte Amelia Munson Engelbart. Setelah lulus dari sekolah menengah Douglas masuk ke Oregon State University. Namun, pada Perang Dunia ke-2, dia masuk angkatan laut dan menjadi teknisi radar di Filipina selama dua tahun. Pada masa itulah, Douglas membaca buku yang memberi inspirasi kepadanya: As We May Think, buku karya Vannevar Bush. Dia kemudian pulang ke Oregon State University dan menyelesaikan kuliah sarjananya di jurusan teknik elektro pada tahun 1948. Selain itu, dia juga menyelesaikan sarjana di University of California Berkeley, dan mendapat gelar B. Eng pada tahun 1952, lalu mendapat gelar Ph.D. di bidang teknik elektro dan ilmu komputer (EECS – Electrical Engineering and Computer Science) 3 tahun kemudian. Setelah menyelesaikan studi doktoralnya, Douglas tinggal di Berkeley untuk mengajar. Namun hanya berlangsung satu tahun. Douglas kemudian merencanakan perusahaan Digital Techniques. Perusahaan ini bertujuan untuk mengomersialkan hasil kerja doktoralnya dalam bidang alat penyimpanan (storage device). Namun, perusahaan ini pun hanya bertahan setahun dan Douglas pun berpindah ke Stanford Research Institute (SRI).
Di SRI, Douglas mematenkan dua belas paten atas nama dirinya. Douglas mengajukan proposal untuk membuat projek yang diberi nama “Augmenting Human Intellect: A Conceptual Framwork”. Projek ini berhasil mendapat dana dari ARPA (Advanced Research Projects Agency), agen pemerintah Amerika Serikat di bawah Departemen Pertahanan yang bertujuan untuk pengembangan teknologi baru untuk kepentingan militer. Dengan dana itu, Douglas mendirikan suatu laboratorium sendiri di SRI yang ia beri nama ARC (Augmentation Research Center) .
Pada saat itu, sudah terdapat beberapa jenis alat yang dapat menggerak-gerakkan penunjuk di layar, seperti lampu pena (pen light) dan juga joystick. Namun, Engelbart tidak puas dengan alat-alat ini. Dia mencoba untuk memetakan karakteristik-karakteristik dari alat penunjuk yang telah ada dan melihat suatu alat yang belum ada dalam peta itu, yaitu tetikus. Penemuan pun telah lahir. Douglas tidak mengingat siapa yang memberi nama mouse pada alat ciptaannya itu. Yang jelas, alat dengan kabel yang memanjang dari belakang itu memang mirip tikus dan setiap orang di laboratorium tempat Douglas bekerja memanggil alat tersebut mouse.
Pada 1967, Douglas menciptakan barang yang ia
Setelah kepemimpinan ARC diserahkan kepada Bertram Raphael dan kepemilikannya diserahkan pada perusahaan yang bernama Tymshare, lalu McDonnell Douglas, Douglas pun pensiun pada tahun 1986. Setelah pensiun, bersama putrinya Christian Engelbert, Douglas mendirikan Bootstrap Institute dengan dana yang tidak terlalu besar dan menyelenggarakan seminar manajemen tiga setengah hari di Stanford University di sepanjang tahun 1989-2000 yang tampaknya berhasil menginspirasi banyak peserta seminar tersebut.
Sekarang, Douglas adalah Bapak Emeritus pada Douglas Engelbart Institute. Sedangkan putrinya menjabat Direktur Eksekutif . Pada tahun 2005, Douglas menerima dana penelitian dari Natioanl Science Foundation untuk projek open source yang diberi nama HyperScope. Pada 9 Desember 2008, Douglas dianugerahi kehormatan pada “Mother of All Demos” yang ke-40, kegiatan yang dibuat oleh SRI International.
Nama Douglas Engelbart tidak terlalu terkenal dibandingkan dengan Bill Gates atau Steve Jobs, Douglas. Padahal, baik PC (personal computer) – yang memakai Windows- maupun Apple Macintosh, sama-sama menggunakan peranti buatan Douglas ini. Tetikus diciptakan sebagai suatu temuan sampingan dari projek lain yang lebih ambisius, augmenting human intellect, yaitu projek untuk meningkatkan kemampuan intelektual manusia dengan bantuan komputer. Dalam projek itu, dipertimbangkan alat yang dapat mempermudah interaksi manusia dengan komputer melalui alat yang dapat menggerak-gerakkan penunjuk di sepanjang layar. Dengan alat ini diharapkan interaksi antara manusia dan komputer menjadi lebih alamiah sehingga komputer dapat digunakan secara optimal untuk memecahkan masalah manusia.
Referensi :
- http://klipingut.wordpress.com/2009/11/26/douglas-engelbart-penemu-tikus-kecil-untuk-komputer/
Langganan:
Postingan (Atom)